Selaput dara memang selalu erat dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita. Selaput dara merupakan membran tipis yang menutupi bukaan vagina. Jika selaput dara robek, maka seorang wanita dianggap sudah tidak perawan. Padahal hal tersebut belum tentu bisa dijadikan patokan bahwa wanita tidak perawan jika selaput daranya sudah robek. Karena bisa saja selaput dara yang robek tersebut akibat dari kondisi lain selain melakukan hubungan seksual, seperti misalnya melakukan masturbasi, memakai tampon ataupun akibat berolahraga misalnya berkuda atau bersepeda.

Dengan pemikiran seperti itu lah, banyak wanita yang melakukan segala hal untuk membuat selaput daranya kembali menjadi seperti ‘perawan’. Salah satunya yaitu dengan operasi selaput dara.

Operasi selaput dara adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk mengembalikan keperawanan wanita dengan mengembalikan membran yang menutupi bukaan vagina. Dalam istilah medis, operasi selaput dara disebut dengan Hymenoplasty. Operasi selaput dara sendiri terdiri dari berbagai macam, berikut ini penjelasannya.

Operasi Selaput Dara

Seiring dengan berkembangnya teknologi, dalam dunia medis kini dikenal prosedur operasi untuk ‘meremajakan’ kembali kondisi selaput dara seorang wanita. Prosedur yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Hymenoplasty atau Hymenorrgraphy

Prosedur ini biasa disebut dengan operasi rekonstruksi selaput dara. Tujuan dari prosedur operasi ini adalah untuk menyatukan kembali selaput dara wanita yang sudah robek. Dalam prosedur operasi ini, dokter akan menjahit sisa-sisa jaringan selaput dara di dalam vagina wanita. Dengan prosedur ini, biasanya ‘ketidakperawanan’ wanita bisa sedikit tersamarkan ketika diharuskan menjalani tes keperawanan. Awalnya, prosedur operasi ini dilakukan untuk alasan memulihkan kondisi psikologis korban perkosaan ataupun trauma karena kecelakaan. Prosedur operasi ini bukan termasuk dalam intervensi medis gawat darurat, namun hanya merupakan prosedur yang dilakukan dengan dasar sosial seperti operasi plastik.

  • Menggunakan Selaput Dara Buatan

Dalam prosedur ini, wanita akan dipakaikan benda artifisial yang aman ke dalam vagina. Benda tersebut merupakan selaput dara buatan yang bisa melepaskan pendarahan palsu ketika terjadi penetrasi ke vagina wanita.

  • Vaginaplasty

Prosedur operasi ini termasuk dalam operasi besar. Operasi ini bertujuan untuk memulihkan vagina tanpa membuang fungsi estetiknya. Saat dilakukan operasi, dokter akan membuat sayatan di membran vagina, kemudian kedua sisi akan ditarik dan lalu dijahit bersama-sama. Biasanya operasi ini akan membutuhkan waktu satu sampai dua jam operasi.

Biasanya prosedur operasi selaput dara ini dijalani untuk mengembalikan rasa percaya diri akan ‘keperawanan’ seorang wanita, ataupun membuat munculnya kembali kenikmatan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan seperti awal menikah dulu. Namun jika tujuannya hanya ingin menambah kenikmatan ketika melakukan hubungan seksual, maka Anda bisa melakukan pelatihan terhadap otot panggul Anda.

Kondisi Yang Dianjurkan Untuk Melakukan Operasi Selaput Dara

Adapula beberapa kondisi yang bisa dianjurkan untuk melakukan prosedur operasi selaput dara, yaitu sebagai berikut.

  • Selaput dara imperforasi. Selaput dara pada kondisi ini merujuk pada selaput dara yang menutup penuh bukaan vagina sehingga menjadi terhambatnya darah menstruasi untuk keluar.
  • Selaput dara bersepta. Pada kondisi selaput dara bersepta, selaput dara jadi memiliki dua bukaan. Di beberapa kasus, adanya dua bukaan ini membuat bukaan vagina jadi terbatas.
  • Selaput dara mikroperforasi. Selaput dara mikroperforasi merupakan selaput dara yang memiliki lubang yang terlalu kecil.
  • Selaput dara yang terlalu kuat. Kondisi terakhir yang dianjurkan menjalani operasi adalah jika selaput dara terlalu kuat karena tebal ataupun kaku.