Selaput dara merupakan selaput yang sangat tipis dan menutupi lubang vagina bagian dalam, lalu bagaimana tanda-tanda selaput dara robek?. Selaput tersebut mempunyai berbagai macam variasi, dengan bentuk paling umum yakni setengah bulan yang memungkinkan darah menstruasi mengalir keluar melalui vagina. Jadi selaput dara mempunyai lubang kecil seukuran jari Anda, ukuran tersebut sebenarnya besar. Namun Anda harus berhati-hati ketika memasukan benda, karena jika tidak bisa merusak selaput dara.

Baca disini: Tanda-Tanda Selaput Dara Robek Dan Fakta Mengenai Keperawanan



Bagaimana Tanda-Tanda Selaput Dara Robek

Sebelum memahami tentang waktu yang tepat untuk berhubungan seksual setelah kehilangan keperawanan, berikut beberapa hal yang harus Anda pahami mengenai selaput dara.

•Apabila selaput dara seorang wanita berbentuk tipis, seperti kertas, mungkin mudah robek dan menyakiti diri sendiri. Namun tudak akan menyebabkan banyak pendarahan, hanya beberapa tetes.

•Jika selaput dara tebal dan ketat, mungkin sakit ketika robek dan bisa menyebabkan pendarahan. Tidak seperti pendarahan ketika menstruasi, namun cukup membuat noda menempel di celana dalam atau tempat tidur.

•Pada beberapa kasus, selaput dara yang telah dan robek ketika berhubungan seksual. Bisa terjadi pada 3 % dari wanita serta memerlukan hymenoctome yakni operasi untuk melubagi selaput dara tersebut

•Selain itu, 15% wanita tidak mempunyai selaput dara sejak lahir, sehingga pertanyaan selaput dara robek tidak ada kaitannya dengan keperawanan.

Penyebab Selaput Dara Robek

Berhubungan intim memang bisa membuat tanda-tanda selaput dara robek , hal tersebut disebabkan penis menembus pada vagina. Namun selain melalui bercinta, selaput dara juga bisa robek karena kegiatan lainnya seperti olahraga, naik seperda, menggunakan tampon atau ketika mastrubasi.



Hubungan Selaput Dara dan Keperawanan

Banyak kalangan yang masih menjadikan bercak darah sebagai tanda seorang wanita masih perawan, sebab selaput dara mereka utuh. Namun pada kenyataannya bercak darah tidak selalu dijadikan kiblat untuk menentukan masih perawan tidaknya seorang wanita, karena beberapa alasan dibawah ini.

•Tak hanya dengan berhubungan seksual, namun selaput dara bisa robek karena berbagai sebab yang sudah kami ulas diatas

•Wanita yang lahir tanpa mempunyai selaput dara

•Selaput dara bisa robek tanpa disertai rasa sakit atau pendarahan

•Terdapat kondisi dimana seorang wanita masih mempunyai selaput dara yang untuh setelah berhubungan seksual. Hal tersebut karena selaput tersebut terlalu elastis

Banyak kalangan yang mengira bahwa tanda-tanda selaput dara robek bisa mengeluarkan darah dalam jumlah banyak. Padahal bisa saja selaput dara yang robek hanya mengeluarkan bercak darah yang sangat minim sampai tidak mudah dilihat mata.

Menurut beberapa penelitian, pendarahan yang terjadi karena robeknya selaput dara ketika berhubungan seksual pertama kali, hanya terjadi pada sebagian kalangan wanita saja. Apabila perempuan tidak memperoleh rangsangan ketika berhubungan seksual, apalagi disertai perasaan takut, maka kemungkinkan akan terjadi pendaraahan.

Namun jika wanita memperoleh banyak rangsangan, pendarahan kemungkinan tidak akan terjadi. Walau bagaimanapun struktur vagina memang sangat elastis untuk menyesuaikan ketika berhubungan seksual. Jadi keluarnya darah ketika berhubungan seksual pertama kali memang tidak selalu menjadi tanda keperawanan.

Anda bisa mengetahui tanda-tanda selaput dara robek atau tidak setelah berhubungan seksual dengan memeriksanya sendiri di sebuah cermin. Namun hal tersebut sedikit sulit dilakukan, kami Klinik Utama Gracia akan membantu Anda dengan palayanan yang professional. Segera lakukan reservasi dengan mudah melalui nomer 085714263063. Sekian mengenai tanda-tanda selaput dara robek, terima kasih.

Baca disini: Bagaimana Tips Mengembalikan Keperawanan?


Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikgraciajakarta.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai

panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.