Saat ini di dunia medis sudah banyak berkembang inovasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah operasi keperawanan. Proses operasi keperawanan ini dilakukan untuk mengembalikan keperawanan wanita yang seringkali dikaitkan dengan keutuhan selaput dara. Dengan ini, wanita akan kembali percaya diri dan juga kenikmatan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan akan meningkat.

Lalu apa saja jenis operasi keperawanan yang saat ini sedang berkembang? Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa jenis operasi keperawanan yang dapat memenuhi keinginan wanita untuk ‘kembali perawan’.

Jenis Operasi Keperawanan

  1. Hymenoplasty

Prosedur operasi keperawanan ini dilakukan dengan merekonstruksi selaput dara menjadi utuh seperti semula. Hal ini dilakukan karena umumnya selaput dara akan robek ketika melakukan hubungan seksual. Pada proses operasi ini maka dokter akan melakukan penjahitan pada sisa-sisa selaput dara yang masih ada di vagina.

Hymenoplasty sendiri dari dua jenis, yaitu simple hymenoplasty dan alloplant. Simple hymenoplasty akan dilakukan pada wanita yang masih memiliki sisa selaput dara. namun alloplant akan dilakukan jika sisa selaput dara sudah tidak ada.

  1. Hymenorrhaphy

Proses operasi keperawanan ini dilakukan untuk membuat selaput dara terlihat utuh. dokter akan menyayat bagian tepi selaput dara, lalu menjahitnya dengan kulit yang disayat. Hal tersebut dilakukan agar terbentuk lapisan kedua yang menjadikan selaput dara terlihat utuh. Kemudian dokter akan memasangkan membran buatan dan kapsul gelatin, sehingga selaput dara dapat melepaskan pendarahan ketika terjadi penetrasi.

  1. Vaginaplasty

Operasi besar ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk dari vagina, bagian luar, dalam, dinding vagina, bibir kemaluan, ataupun hymen. Hal ini kebanyakan dilakukan pada wanita yang pernah melahirkan normal, wanita yang memiliki otot vagina dan panggul yang sudah melemah karena usia, sehingga membuat kenikmatan saat melakukan hubungan seksual menjadi berkurang.

  1. Labiaplasty

Proses operasi ini dilakukan dengan menghilangkan jaringan berlebih dari labia, yang dilakukan dengan tujuan kosmetik ataupun untuk menghilangkan ketidaknyamanan karena labia yang membesar ataupun memanjang. Prosedur ini sering dikombinasikan dengan prosedur vaginaplasty, dan disebut sebagai peremajaan vagina.

Sebelum melakukan proses operasi keperawanan di atas, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dulu mengenai keinginan yang ingin Anda lakukan. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan mendetail, apakah prosedur yang ingin Anda lakukan bisa diterapkan.

Anda juga harus menanyakan manfaat dan resiko yang mungkin akan terjadi bila Anda menjalani proses operasi keperawanan di atas. Selain itu, perlu diingat bahwa Anda tidak boleh terlebih dulu melakukan hubungan seksual sekitar 2 sampai 3 bulan, ataupun hingga luka sembuh.

Anda dapat bertanya mengenai operasi keperawanan pada staf medis Klinik Utama Gracia melalui layanan chatting yang tersedia. Ataupun Anda dapat datang langsung ke Klinik Utama Gracia untuk berkonsultasi pada dokter kami. Penanganan ini harus lah dilakukan oleh dokter yang sudah profesional, dan tidak bisa dilakukan sembarangan.