Selaput dara yang dijadikan sebagai tolak ukur keperawanan, menjadikan semakin banyak inovasi medis untuk mengembalikan keutuhan selaput dara, yaitu dengan operasi selaput dara. Kepercayaan masyarakat ini membuat munculnya pemikiran bahwa akan terjadi sedikit pendarahan saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Pendarahan ini dipercaya terjadi karena robeknya selaput dara yang sebelumnya masih utuh.

Karena kepercayaan itulah, operasi selaput dara banyak dipilih para wanita untuk mengembalikan keperawanannya, ataupun hanya sekedar untuk menyenangkan pasangan karena bisa ‘kembali perawan’. Operasi ini juga akan mengembalikan kepercayaan diri wanita. Ada beberapa jenis operasi selaput dara, yaitu:

  1. Hymenoplasty

Jenis operasi ini disebut sebagai operasi rekonstruksi selaput dara, yang dilakukan dengan tujuan untuk menyatukan selaput dara yang sudah robek sebelumnya. Dokter akan menjahit sisa selaput dara yang masih berada di dalam vagina, sehingga ‘ketidakperawanan’ dapat sedikit tersamarkan. Prosedur operasi ini awalnya dilakukan dengan alasan untuk memulihkan kondisi psikologis dari korban pemerkosaan atau karena kecelakaan.

  1. Hymenorrhaphy

Pada jenis prosedur operasi satu ini, dokter akan membuat selaput dara menjadi terlihat utuh layaknya wanita yang masih perawan. Awalnya dokter akan menyayat tepi selaput dara yang kemudian dijahit bersama robekan kulit yang sebelumnya disayat. Ini dilakukan untuk membentuk lapisan kedua dari selaput dara, untuk membuat selaput dara menjadi seakan-akan masih utuh. Lalu akan dipasangkan membran buatan dan juga kapsul gelatin, sehingga selaput dara bisa seperti aslinya, dan bisa mengalami sedikit pendarahan ketika terjadi penetrasi.

  1. Selaput Dara Buatan

Selain merekonstruksi selaput dara, prosedur operasi keperawanan ini juga ada yang dilakukan dengan menggunakan selaput dara buatan. Selaput dara buatan ini adalah benda artifisial yang aman, yang bisa melepaskan pendarahan ‘palsu’ saat terjadi penetrasi ketika melakukan hubungan seksual.

  1. Vaginaplasty

Prosedur operasi besar ini dilakukan untuk memulihkan vagina dengan merapatkan kedua sisinya. Mula-mula dokter akan membuat sayatan pada membran di vagina, lalu sisi-sisinya ditarik dan dijahit.

Banyak alasan yang membuat wanita melakukan prosedur operasi di atas, misalnya karena ingin kembali perawan, menambah kenikmatan saat berhubungan seksual, ataupun karena ingin mengembalikan kondisi selaput dara yang robek karena aktivitas lain selain hubungan seksual.

Adapula alasan lain seperti terdapatnya kondisi tertentu yang membuat Anda harus melakukan prosedur operasi tersebut, misalnya:

  • Memiliki selaput dara imperforasi. Bentuk selaput dara yang menutup penuh pada bukaan vagina ini akan membuat darah haid menjadi terhambat keluar. Untuk itu dilakukan operasi agar darah haid bisa dengan mudah keluar.
  • Memiliki selaput dara bersepta. Bentuk selaput dara ini terdapat pita yang membuat bukaan selaput menjadi ada dua. Hal ini akan membuat wanita kesulitan memakai tampon dan juga melakukan penetrasi, karena terdapatnya ‘pita’ penghalang tersebut.
  • Memiliki selaput dara mikroperforasi. Pada selaput dara ini, terdapat banyak bukaan atau lubang kecil.
  • Memiliki selaput dara yang kuat. Selaput dara yang terlalu tebal, kuat atau kaku, juga harus dilakukan operasi di atas.

Itulah beberapa hal terkait operasi selaput dara yang bisa dilakukan oleh wanita beserta kondisi tertentu yang mengharuskan wanita menjalani operasi tersebut. Jika Anda ingin melakukan prosedur operasi ini, disarankan untuk memilih tempat ataupun dokter yang sudah berpengalaman dalam hal tersebut. Selain itu berkonsultasi lah terlebih dulu terkait keinginan Anda melakukan operasi.

Anda juga bisa berkonsultasi pada staf Klinik Utama Gracia terkait operasi selaput dara melalui layanan chatting yang sudah tersedia di bawah ini.