Selaput dara masih menjadi patokan keperawanan wanita sampai saat ini. Jika selaput dara wanita sudah robek, maka bisa dikatakan ia sudah tidak perawan. Biasanya selaput dara akan robek ketika terjadi penetrasi pada vagina. Namun bukan karena itu saja, bisa saja selaput dara robek karena hal lain selain hubungan seksual. Lalu tepatkah selaput dara dijadikan patokan keperawanan? Dan apakah ada cara mengembalikan keperawanan jika tolak ukurnya adalah selaput dara?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memang sering dipertanyakan banyak orang, terutama para wanita. Karena mungkin saja selaput dara robek karena hal lain seperti kecelakaan, berkuda, ataupun bersepeda, yang bukan karena melakukan hubungan seksual. Selain itu juga, semakin berkembangnya teknologi, membuat ada inovasi baru pada bidang medis, dimana selaput dara bisa dikembalikan menjadi utuh seperti sedia kala ataupun menggantikan selaput dara yang telah rusak dengan selaput dara buatan. Untuk lebih jelasnya ini penjelasannya.

Selaput Dara Dan Keperawanan

Selaput dara merupakan membran tipis yang menutupi bukaan vagina. Maka ketika terjadi penetrasi saat hubungan seksual, maka selaput ini bisa robek atau rusak. Hal inilah yang mendasari menjadikan selaput dara sebagai tolak ukur keperawanan. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, selaput dara bisa robek karena hal lain selain hubungan seksual.

Menjadi tidak tepat rasanya, jika wanita yang memiliki selaput dara yang sudah robek walaupun belum pernah melakukan hubungan seksual, dianggap sudah tidak perawan. Karena tidak perawan harusnya berarti wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Cara Mengembalikan Keperawanan

Jika selaput dara dijadikan acuan keperawanan, maka adanya cara mengembalikan selaput dara bisa disebut sebagai cara mengembalikan keperawanan pada wanita. Cara-cara dilakukan dengan metode operasi yang terdiri dari dua jenis, yaitu:

  1. Hymenoplasty

Teknik operasi kecil ini dilakukan untuk mengembalikan selaput dara menjadi sedia kala. Awalnya dokter akan memberi bius lokal ataupun total pada pasien. Ada dua jenis operasi hymenoplasty, yaitu simple hymenoplasty dan alloplant.

Simple hymenoplasty dilakukan jika masih terdapat sisa robekan selaput dara. Sehingga dokter akan menjahit sisa-sisa tersebut dengan menggunakan benang serap. Sedangkan alloplant dilakukan jika sudah tidak adanya sisa robekan selaput dara, sehingga dokter akan menggunakan selaput dara buatan pada pasien.

Biasanya pasien akan dilarang untuk melakukan hubungan seksual hingga 5-6 minggu setelah melakukan operasi ini.

  1. Hymenorrhaphy

Teknik operasi rekonstruksi selaput dari ini merupakan bagian dari operasi plastik. Dokter akan memberikan sayatan kecil yang akan menghilangkan tepi selaput dara. Lalu hasil sayatan tersebut akan dijahit dengan bagian selaput dara, sampai membentuk lapisan sekunder dari selaput dara, jadi selaput dara akan terlihat utuh.

Kemudian dokter akan menempatkan membran buatan yang tidak memiliki pembuluh dara yang berguna menjadi selaput dara palsu. Penempatan kapsul gelatin juga akan dilakukan dokter untuk menjadi sumber ‘pendarahan’ ketika melakukan hubungan seksual. Lalu akan ditempatkan lipatan yang berasal dari bagian dalam lapisan vagina untuk menjadi selaput dara baru yang memiliki pembuluh darah.

Itulah cara mengembalikan keperawanan beserta penjelasan tentang keterkaitan selaput dara dan keperawanan wanita. Seharusnya keperawanan tidak akan bisa kembali jika telah hilang. Maka dari itu menjadikan selaput dara sebagai acuan keperawanan sangatlah tidak tepat. Karena selaput dara masih bisa dikembalikan kondisinya seperti semula dengan operasi-operasi selaput dara di atas.

Jika Anda ingin melakukan operasi keperawanan tersebut, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu pada dokter ataupun staf Klinik Utama Gracia melalui layanan chatting di bawah ini.