Di Indonesia, sampai saat ini, masih banyak yang berpikiran bahwa selaput dara robek pada wanita merupakan tanda bahwa sudah tidak perawan. Ketidakperawanan seorang wanita memang tidak bisa dilihat hanya sebatas fisik saja, namun menjadikan selaput dara sebagai patokan juga bukan berarti benar.

Selaput dara atau hymen adalah selaput jaringan yang tipis yang letaknya berada di liang vagina. Bentuk selaput dara pada setiap wanita akan berbeda-beda. Bukan hanya itu saja, kekuatan dan keelastisan selaput ini pada setiap wanita juga tidak akan sama.

Bentuk Selaput Dara

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa bentuk selaput dara yang dimiliki wanita akan berbeda-beda, seperti:

  1. Imperforate. Bentuk selaput dara ini tidak memiliki bukaan sehingga darah haid tidak bisa keluar. Hal ini akan menyebabkan wanita mengalami sakit ketika haid, dan juga sakit saat buang air besar atau sulit buang air.
  2. Mikroperforate. Bentuk yang satu ini hanya memiliki bukaan atau lubang yang sangat kecil. Pada wanita dengan bentuk selaput dara seperti ini, maka akan kesulitan dalam menggunakan tampon.
  3. Septate. Terdapat dua lubang pada selaput dara, dan hanya bisa dihilangkan dengan melalui operasi.
  4. Annular. Bentuk ini termasuk dalam bentuk normal dan sempurna. Bentuknya seperti cincin, bulat penuh dan paling banyak dialami oleh wanita.

Penyebab Selaput Dara Robek

Selaput dara yang berada di liang vagina wanita memang akan rusak ketika melakukan hubungan seksual. Namun bukan berarti selaput dara robek hanya bisa disebabkan oleh berhubungan seksual pertama kali saja, karena ada hal-hal lain yang bisa menyebabkan selaput dara ini robek atau rusak, seperti:

  1. Kecelakaan. Kecelakaan ataupun cedera bisa membuat terjadinya luka pada area kewanitaan, bisa saja terjadi ketika masih kecil ataupun remaja.
  2. Bersepeda atau berkuda. Melakukan kebiasaan bersepeda atau berkuda akan menjadikan wanita lebih banyak menggerakkan kaki sehingga selaput dara akan merentang dan bisa saja pecah.
  3. Penggunaan alat medis. Saat melakukan pemeriksaan organ intim, biasanya alat medis yang digunakan bisa merobek bagian selaput dara. Menggunakan tampon juga bisa menjadi salah satu penyebab selaput dara menjadi robek.
  4. Melakukan latihan berat. Melakukan latihan peregangan yang berat akan membuat selaput dara menjadi robek, karena jaringan ini memang sangat tipis dan juga mudah robek.

Walaupun penyebab di atas bisa saja menjadi salah satu pemicu selaput dara Anda robek, namun di beberapa kasus juga ada wanita yang tidak mengalami robekan atau kerusakan pada selaput daranya karena sifat selaput dara yang dimilikinya lebih elastis dan juga kuat, sehingga tidak mudah robek karena aktivitas apapun. Bahkan ada pula wanita yang terlahir tanpa memiliki selaput dara sama sekali.

Tanda Selaput Dara Robek

Sebenarnya tak ada tanda yang pasti mengenai selaput dara wanita yang robek. Kebanyakan orang mengatakan bahwa wanita akan mengalami sedikit pendarahan, ketika pertama kali melakukan hubungan seksual yang menjadi tanda bahwa selaput dara yang dimilikinya sudah robek. Namun bukan berarti semua wanita akan mengalami hal ini. Karena banyak pula wanita yang tidak mengalami pendarahan ketika selaput daranya mengalami robekan atau rusak.

Ada tanda lainnya yang dipercaya oleh masyarakat banyak bahwa selaput dara yang masih utuh akan menyebabkan kesulitan pada pria untuk melakukan penetrasi vagina. Barulah ketika selaput dara sudah robek, maka akan lebih mudah melakukan penetrasi pada vagina.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait dengan selaput dara yang robek. Namun jangan menjadikan selaput dara ini menjadi acuan keperawanan seorang wanita, karena pemikiran tersebut tidaklah tepat.