Jika berbicara mengenai keperawanan, maka akan selalu dikaitkan dengan selaput dara atau hymen. Selaput dara tersebut merupakan selaput tipis yang berada pada bukaan vagina yang akan melindungi bukaan tersebut. Keperawanan seorang wanita memang selalu dinilai dari selaput dara yang belum robek.

Masih banyak sekali orang yang berpikiran bahwa jika wanita dikatakan tidak perawan ketika selaput daranya sudah robek atau meregang. Padahal robekan ini bisa saja terjadi karena aktivitas lain selain melakukan hubungan seksual. Misalnya saja ketika Anda sering melakukan olahraga bersepeda, senam, menunggang kuda, menggunakan tampon ataupun melakukan masturbasi. Kegiatan tersebut bisa saja membuat selaput dara yang belum robek akhirnya rusak, walaupun tanpa disadari.

Selaput Dara Robek

Jika sebelumnya dikatakan bahwa wanita yang tidak perawan akan memiliki selaput dara yang sudah robek, padahal selaput dara bisa saja tidak robek walaupun sebenarnya wanita tersebut sudah pernah melakukan hubungan seksual, atau bisa disebut sudah tidak perawan. Tidak robeknya selaput dara ini bisa saja karena ketika melakukan hubungan seksual, aktivitas tersebut terjadi secara rileks dan vagina mendapatkan lubrikasi yang baik. Selain itu bisa juga dikarenakan kondisi selaput dara yang mungkin lebih elastis, sehingga bisa kembali ke kondisi asal, tanpa mengalami robekan ataupun rusak.

Wanita yang selaput daranya robek ketika melakukan hubungan seksual pertama kali juga dipercaya akan mengalami sedikit pendarahan karena terjadinya penetrasi, yang juga menjadi tanda bahwa selaput dara yang dimilikinya telah rusak atau robek. Padahal penelitian menyatakan bahwa hanya 43 persen wanita yang mengalami pendarahan ketika pertama kali melakukan hubungan seksual.

Bentuk Selaput Dara Yang Belum Robek

Vagina wanita yang masih perawan umumnya akan terlihat masih rapat dibanding pada wanita yang sudah tidak perawan. Selaput dara yang masih utuh juga dikatakan bisa dilihat secara langsung jika wanita tersebut memang masih memiliki selaput dara yang belum robek. Banyak juga yang mengatakan bahwa selaput dara yang masih utuh akan membuat pasangan kesulitan ketika melakukan penetrasi pertama kali.

Ada satu cara yang dipercaya bisa menghilangkan rasa penasaran Anda berkaitan dengan bentuk selaput dara, yaitu dengan cara sederhana menggunakan senter dan juga cermin. Anda bisa mencobanya dengan memposisikan cermin di antara kaki, sehingga bagian vagina menjadi terlihat. Lalu buka bagian bibir vagina menggunakan jari. Jika tidak terlalu terlihat, Anda bisa menggunakan cahaya senter untuk memberikan pencahayaan. Apabila terlihat lapisan tipis kulit dengan lubang yang kecil, maka kemungkinan selaput dara milik Anda masih utuh.

Namun jika ada sedikit bekas kulit rusak di sekitar lubang vagina, kemungkinan selaput dara sudah meregang atau rusak. Tapi jika Anda memang belum pernah melakukan hubungan seksual, bisa saja kondisi ini terjadi secara alami. Ada kasus dimana wanita dilahirkan tanpa lubang hymen. Karena bentuk selaput dara wanita pun berbeda-beda pada setiap orangnya.

Hal-hal di atas harus diketahui para wanita, agar tidak terlalu panik atau khawatir jika merasa selaput daranya sudah robek walaupun belum pernah melakukan hubungan seksual. Karena bukan berarti Anda sudah tidak perawan. Wanita bisa dikatakan tidak perawan jika telah melakukan hubungan seksual, bukan sebatas hanya melihat dari kondisi selaput dara yang dimilikinya.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait dengan kondisi area kewanitaan, Anda bisa langsung berkonsultasi pada staff Klinik Utama Gracia melalui layanan chatting online di bawah ini. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi. Semoga bermanfaat.