Bentuk selaput dara wanita memang berbeda-beda. Banyak orang yang menganggap bahwa wanita yang masih perawan akan memiliki selaput dara yang masih utuh, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Selaput dara ini merupakan selaput membran tipis yang berada pada bukaan vagina. Fungsi dari selaput ini sendiri memang tidak diketahui dengan jelas, namun selaput ini dipercaya melindungi organ wanita ketika masih berada dalam kandungan dimana organ tersebut belum sepenuhnya sempurna.

Selaput dara ini memang masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Apalagi kaitannya dengan keperawanan seorang wanita. Banyak yang mempercayai bahwa keperawanan wanita bisa dinilai dari selaput dara dan apakah terjadinya pendarahan saat melakukan hubungan seksual untuk pertama kali. Walaupun tabu, namun sebenarnya hal ini penting untuk diketahui. Bentuk selaput dara wanita sendiri terdiri dari berbagai macam. Berikut ini penjelasannya.

Bentuk Selaput Dara Wanita

  1. Hymen Annular

Bentuk selaput dara wanita yang pertama yaitu bentuk annular dimana merupakan bentuk yang normal dan termasuk bentuk yang sempurna. Bentuk dari selaput dara ini seperti cincin yang bulat penuh. Bentuk seperti ini adalah bentuk yang paling banyak ditemukan pada wanita.

  1. Hymen Imperforate

Bentuk imperforate merupakan selaput dara yang tidak tertutup sepenuhnya pada pembukaan vagina. Kondisi ini jarang diketahui sampai remaja perempuan mengalami menstruasi pertamanya. Karena pada saat menstruasi pertama tersebut, remaja perempuan akan mengalami tidak bisa mengalirnya darah menstruasi keluar dari vagina.

  1. Hymen Microperforate

Bentuk ini dimana selaput hampir menutupi seluruh lubang vagina, namun darah menstruasi masih bisa mengalir keluar dari vagina. Namun pada wanita yang memiliki bentuk selaput seperti ini, kemungkinan akan sulit untuk menggunakan tampon.

  1. Hymen Septate

Pada bentuk ini akan ada dua bukaan yang berada pada vagina. Hal ini menyebabkan wanita sulit menggunakan tampon, namun darah menstruasi masih bisa keluar. Selain itu, bentuk ini juga dapat membuat wanita mengalami masalah ketika berhubungan seksual untuk pertama kali. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan operasi kecil.

Kaitan Selaput Dara Dengan Keperawanan

Selaput dara memang menjadi tolak ukur keperawanan seorang wanita. Ketika selaput dara sudah robek, maka wanita akan dianggap sudah tidak perawan. Banyak orang percaya bahwa wanita yang masih perawan ketika melakukan hubungan seksual pertama kali akan mengeluarkan darah akibat dari robekan selaput dara. Padahal hal tersebut tidak benar. Tidak semua wanita perawan yang melakukan hubungan seksual pertama kali akan mengalami pendarahan, dan juga selaput dara yang robek. Banyak wanita yang sudah melakukan hubungan seksual berkali-kali, namun selaput daranya masih utuh karena memiliki selaput yang lebih elastis.

Selaput dara juga bisa robek bukan hanya disebabkan oleh berhubungan seksual saja, namun juga ada aktivitas lainnya yang bisa membuat terjadinya robekan tersebut. Aktivitas tersebut seperti misalnya melakukan masturbasi dengan memasukkan jari ke vagina, penggunaan tampon, olahraga berat ataupun karena kecelakaan atau cidera. Bahkan terjadinya robekan karena aktivitas tersebut pun jarang diketahui oleh wanita. Hal-hal inilah yang menyebabkan tidak seharusnya selaput dara dijadikan patokan keperawanan seorang wanita.

Setelah mengetahui bentuk selaput dara wanita beserta kaitannya dengan keperawanan, diharapkan Anda lebih paham terkait hal-hal tersebut. Sehingga dapat meluruskan pikiran mengenai patokan keperawanan dengan melihat dari selaput dara saja.

Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan terkait dengan selaput dara, Anda bisa berkonsultasi langsung melalui layanan chatting online di bawah ini.