cara mengembalikan keperawanan

Selaput dara masih menjadi patokan keperawanan wanita sampai saat ini. Jika selaput dara wanita sudah robek, maka bisa dikatakan ia sudah tidak perawan. Biasanya selaput dara akan robek ketika terjadi penetrasi pada vagina. Namun bukan karena itu saja, bisa saja selaput dara robek karena hal lain

selaput dara robek

Di Indonesia, sampai saat ini, masih banyak yang berpikiran bahwa selaput dara robek pada wanita merupakan tanda bahwa sudah tidak perawan. Ketidakperawanan seorang wanita memang tidak bisa dilihat hanya sebatas fisik saja, namun menjadikan selaput dara sebagai patokan juga bukan berarti

operasi keperawanan

Semakin berkembangnya zaman, membuat teknologi di bidang kesehatan juga semakin meningkat. Salah satunya adalah operasi keperawanan. Prosedur operasi ini hadir karena semakin banyaknya wanita yang ingin ‘kembali perawan’, walaupun sebenarnya kehadirannya masih menjadi pertanyaan. Apakah benar bisa

selaput dara yang belum robek

Jika berbicara mengenai keperawanan, maka akan selalu dikaitkan dengan selaput dara atau hymen. Selaput dara tersebut merupakan selaput tipis yang berada pada bukaan vagina yang akan melindungi bukaan tersebut. Keperawanan seorang wanita memang selalu dinilai dari selaput dara yang belum

selaput dara

Bentuk selaput dara wanita memang berbeda-beda. Banyak orang yang menganggap bahwa wanita yang masih perawan akan memiliki selaput dara yang masih utuh, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Selaput dara ini merupakan selaput membran tipis yang berada pada bukaan vagina. Fungsi dari selaput

operasi selaput dara

Selaput dara memang selalu erat dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita. Selaput dara merupakan membran tipis yang menutupi bukaan vagina. Jika selaput dara robek, maka seorang wanita dianggap sudah tidak perawan. Padahal hal tersebut belum tentu bisa dijadikan patokan bahwa wanita tidak