Sipilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri Treponema pallidum, yang bisa menyebar melalui kontak seksual. Sipilis atau yang biasa disebut dengan raja singa, memang lebih dikenal penyakit menular seksual yang terjadi pada pria. Namun sebenarnya hal tersebut salah, karena ada juga kasus sipilis pada wanita.

Sipilis pada wanita bisa berasal dari kontak seksual yang dilakukan dengan penderita. Infeksi sipilis pada wanita ini juga bisa terjadi pada ibu hamil dan bisa menyebabkan bayi yang dikandung tertular sipilis juga. Akibatnya janin bisa saja mengalami keguguran, bayi lahir meninggal, ataupun bayi meninggal setelah beberapa waktu kelahiran.

Sipilis bisa diobati dengan mudah jika masih pada tahap awal, hal inilah yang membuat diperlukannya kesadaran terhadap gejala sipilis yang mungkin Anda alami. Sipilis umumnya tidak akan kambuh, namun bisa saja terjadi jika Anda melakukan kontak seksual dengan penderita sipilis.

Sipilis pada wanita akan mengalami beberapa tahap, dan gejala yang ditimbulkan juga berbeda-beda tiap tahapan.

Gejala Sipilis Tahap Pertama

Muncul Chancre (Sariawan Berwarna Kemerahan)

Chancre atau sariawan kemerahan yang bentuknya kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit akan muncul di labia atau bibir luar vagina dan juga di vagina bagian dalam, rektum, ataupun di mulut. Hal ini merupakan tanda awal bahwa Anda terkena sipilis. Chancre akan berkembang sejak 10 sampai 90 hari setelah Anda pertama kali terinfeksi.

Chancre ini juga sering tidak disadari, apalagi jika lokasi munculnya chancre berada di dalam leher rahim atau di bukaan vagina. Umumnya akan terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di dekat tempat munculnya chancre.

Chancre akan terjadi selama 3 sampai 6 minggu dan akan sembuh sendiri tanpa dilakukan pengobatan, dan akan menimbulkan bekas luka. Walaupun sudah sembuh, sipilis sebenarnya masih ada di dalam tubuh dan masih bisa ditularkan ke orang lain.

Gejala Sipilis Tahap Sekunder

Muncul Ruam Di Kulit

Gejala yang akan dialami pada tahap sekunder adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit. Biasanya akan muncul 2 hingga 12 minggu setelah munculnya chancre ataupun malah sebelum chancre sembuh total. Ruam ini terdiri dari lesi kulit datar ataupun sedikit terangkat yang berwarna coklat kemerahan, bentuknya kecil, padat, dan akan muncul di seluruh tubuh, namun akan lebih banyak timbul di telapak kaki dan tangan.

Selain munculnya ruam, akan timbul juga luka kecil yang terbuka seperti kutil dan berisi nanah di selaput lendir, seperti di dalam vagina ataupun mulut. Ruam ini akan sangat menular, biasanya akan sembuh setelah 2 bulan tanpa menimbulkan bekas jaringan parut. Meskipun sudah sembuh, sipilis masih juga berada di tubuh Anda dan masih bisa menular.

Adapula gejala lain yang menandakan bahwa infeksi sipilis sudah menyebar yaitu demam ringan, sakit tenggorokan, lelah, berat badan menurun, rambut rontok, pembengkakan di kelenjar getah bening, gangguan sistem saraf, muncul bercak putih di hidung, mulut ataupun vagina, dan nyeri sendi. Biasanya gejala-gejala ini akan hilang sendiri.

Gejala Sipilis Tahap Ketiga (Tahap Laten)

Kerusakan Organ Dalam

Jika tidak segera ditangani, sipilis akan masuk pada tahap laten dimana seseorang tidak akan mengalami gejala fisik sama sekali dalam waktu yang cukup lama, biasanya terjadi selama 1 tahun atau 5 sampai 20 tahun.

Gejala yang muncul di tahap laten ini adalah terjadinya kerusakan pada sistem organ lain yang bisa berakibat fatal. Kerusakan yang mungkin terjadi yaitu kerusakan pada otak yang bisa menyebabkan stroke, ataupun meningitis, kerusakan sistem saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang ataupun sendi.

Masalah lain yang ditimbulkan yaitu hilangnya penglihatan, demensia, masalah pada gerakan tubuh, kelumpuhan, dan juga mati rasa. Kematian dapat pula terjadi yang menjadi akibat dari komplikasi pada kerusakan organ-organ lain.

Tes darah merupakan pemeriksaan yang akurat untuk mendiagnosa sipilis pada tahap ini. Pemeriksaan sejarah medis pribadi, da kelahiran anak dengan sipilis kongenital juga bisa dilakukan.

Gejala Sipilis Tahap Akhir

Sipilis umumnya tidak akan kambuh, namun beberapa orang juga merasakan sipilis kambuh selama tahap laten. Infeksi yang kambuhan ini maksudnya adalah Anda sudah terbebas dari gejala sipilis namun kembali merasakannya lagi, dan bisa terjadi beberapa kali.

Jika Anda sudah tidak merasakan gejala sipilis kambuh kembali, maka sipilis tidak akan bisa ditularkan lagi. Namun pada tahap laten, wanita masih bisa menularkan sipilis pada bayi di kandungannya dan bisa menyebabkan keguguran, bayi meninggal ketika dilahirkan ataupun bayi terkena sipilis kongenital.