Ketika mendengar penyakit herpes kelamin, yang terlintas dipikiran Anda mungkin bibir dan alat vital. Tidak heran, sebab faktanya herpes merupakan penyakit seksual yang mempunyai luka di area genital. Banyak kalangan yang belum mengetahui fakta herpes, maka kami kali ini akan memperkenalkan penyakit tersebut kepada kalian semua.

Baca juga: Penyebab Penyakit Herpes Pada Kelamin Laki Laki



Fakta Mengenai Penyakit Herpes Kelamin

1.Herpes tidak seburuk yang anda pikirkan

Penyakit herpes terkadang sangat mengganggu kalangan yang mengalaminya, karena menimbulkan banyak luka di kulit. Namun kabar baiknya, bahwa penyakit genital ini bukan sebuah kondisi yang berbahaya. Herpes tak akan menyebabkan kerusakan pada fisik. Walaupun penyakit herpes kelamin mudah menyebar dan menimbulkan wabah, namun Anda tidak akan menerima efek samping sama sekali. Karena banyak kalangan yang menderita herpes selama bertahun-tahun namun tidak menyadari hal tersebut.

2.Sulit Ditemukan Gejala

Pada penyakit herpes, gejalanya cukup sulit ditemukan karena tidak dapat terdeteksi sama sekali atau tak kasat mata. Tanda dan gejala yang sering terjadi pada penderita herpes yakni gejala flu, gatal, nyeri pada otot, kesemutan, serta nyeri saraf. Selain itu, sinus yang berulang bisa menyebabkan bakteri mengganggu kalangan wanita yang menderita herpes.

3.Penderita Kesulitan Memahami Gejalanya

Herpes memang salah satu penyakit yang mudah menyebar, namun ada yang tetap menetap dan tak akan berkembang. Jika kalian sedang tes darah atau menunjukan bahwa mempunyai antibodi untuk HSV-1, biasanya akan menyebabkan herpes oral seperti luka atau HSV-2 yang biasa terjadi di area kelamin. Ini dapat terjadi karena Anda pernah mempunyai infeksi di masa lalu kemudian tubuh mengembangkan antibodi karena melawan bakteri tersebut.



4.Penderita bisa menular herpes walaupun tak mempunyai gejala

Herpes bisa ditularkan melalui kontak dari kulit ke kulit, bukan darah atau air liur. Jika Anda sudah mempunyai virusnya, maka bisa menularkannya dan menginfeksi ke seseorang. Hal tersebut harus diperhatikan dan Anda harus selalu berwaspada jika sedang berkencan dengan seseorang.

Anda bisa bicarakan hal tersebut dengan pasangan, cepat atau lambat apabila tidak ingin menularkan penyakit kepada mereka. Jangan malu akan penyakit ini, segera beritahu kalangan di sekelilingmu mengenai penyakit yang sedang Anda derita. Dengan saling bersentuhan, Anda bisa menularkannya, maka hal tersebut dapat menjadikan Anda sebagai kalangan yang menyebarkan infeksi kepada orang lain.

5.Semakin lama terinfeksi virus, kecil kemungkinan anda menularkannya

Seperti yang sudah diketahui dokter pada umumnya, seseorang yang baru pertama kali terserang penyakit herpes kelamin, biasanya akan menularkan infeksi. Namun perlu diingat bahwa setiap kalangan mempunyai sistem kekebalan tubuh yang berbeda. Beberapa dari mereka berada pada sistem kekebalan yang baik, di awal terserang virus herpes, orang tersebut tidak kemungkinan besar bisa menularkannya.

6.Seseorang bisa terserang herpes selain dari hubungan seksual

Seperti yang sudah kami jabarkan diatas, herpes merupakan penyakit oleh kontak dengan seorang yang bersentuhan secara langsung. Apabila Anda mempunyai HSV-1, penularan bisa berjalan melalui mulut dan menggunakan gelas yang sama. Selain itu, penyakit herpes kelamin bisa ditularkan melalui mainan seks, mastrubasi, atau tempat tidur yang sama dengan penderita.

Hal yang harus Anda ingat jika mengalami beberapa tanda dan gejala herpes yakni jangan panik. Anda bisa konsultasikan kondisi tersebut ke dokter Klinik Utama Gracia untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Herpes bukan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Terdapat obat dan proses perawatan yang akan membantu Anda. Segera lakukan reservasi bersama kami di nomor 085714263063, sekian kami sampaikan mengenai penyakit herpes kelamin, semoga beruntung.

Baca juga: Tanda Akurat Penyakit Herpes Kelamin Pria


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikgraciajakarta.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.