Apa Itu Sifilis?

Sebelum membahas mengenai obat sifilis pada pria, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa itu sifilis dan bagaimana tahapan sifilis. Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema Pallidum. Sifilis atau biasa disebut raja singa dapat menular ke orang lain melalui hubungan badan/seksual, dalam seks vaginal, anal, ataupun oral.

Tingkat perempuan yang terinfeksi sifilis telah berkurang, namun sebaliknya tingkat terinfeksi sifilis pada pria justru meningkat. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui obat sifilis pada pria apabila sudah terinfeksi supaya bakteri tidak berkembang dan tidak mengancam jiwa penderita.

Perlu Anda ketahui bahwa bakteri sifilis tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia, jadi bakteri ini tidak dapat ditularkan apabila memakai peralatan makan bersama, memakai toilet yang sama dengan penderita sifilis, berbagi kolam renang, ataupun berbagi pakaian.

Biasanya seseorang yang terinfeksi sifilis tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi, karena penyakit ini terkadang tidak menimbulkan gejala sampai bertahun-tahun. Bahkan sering kali seseorang yang terinfeksi bingung dengan gejala dari penyakit sifilis ini, karena gejala penyakit ini bisa datang dan hilang suatu waktu akan tetapi bukan berarti infeksi dari bakteri sifilis juga ikut menghilang. Bakteri ini tetap dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

4 Tahapan Gejala Sifilis


Tahu kan Anda bahwa gejala sifilis dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu tahap primer, sekunder, laten dan tahap tersier, berikut ini penjelasannya.

1. Tahap Primer
Pada tahap ini gejala terjadi ketika tiga sampai 4 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri. Gejala yang timbul dimulai dari munculnya bulatan kecil yang disebut chancre. Chancre ini tidak menimbulkan rasa sakit. Chancre / luka ini akan bertahan selama 1-2 bulan dan akan hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas luka.

2. Tahap Sekunder
Selama tahap ini penderita mungkin akan mengalami ruam dan sakit pada tenggorokan. Ruam akan muncul di daerah tertentu seperti telapak tangan dan telapak kaki. Dan biasanya gejala ini akan disertai dengan demam, sakit kepala, mudah lelah, sakit di persendian, rambut rontok. Tahap ini berlangsung selama 1-3 bulan.



3. Tahap Laten
Dalam tahap ini bakteri sifilis seolah-olah menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sehingga membuat penderita mengira bahwa mereka telah sembuh, padahal sebaliknya. Pada tahap ini apabila tidak segera diobati maka akan berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu adalah tersier.

4. Tahap Tersier
Ini merupakan tahap akhir dari sifilis, dimana pada tahap ini infeksi akan memberikan dampak yang serius pada tubuh penderita. Tahap tersier dapat terjadi bertahun-tahun atau beberapa dekade setelah terinfeksi. Sifilis ini dapat mengancam nyawa, berikut ini kerusakan serius pada tahap tersier:
- Dapat menyebabkan kebutaan
- Kerusakan pada otak
- Gangguan neurologi
- Hancurnya jaringan lunak serta tulang

Inilah Obat Sifilis Pada Pria


Sebelum mengetahui obat sifilis pada pria, biasanya dokter akan mendiagnosis terlebih dahulu dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk menjalani tes. Dan mereka akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Apabila diketahui ada luka / sakit, dokter akan mengambul sampel dari sakit tersebut untuk mengetahui apakah terdapat bakteri sifilis atau tidak. Pemeriksaan ini diperlukan karena mengetahui sudah ditahap apa penderita yang terinfeksi sifilis.

Untuk obat sifilis pada pria biasanya dengan menyuntikkan antibiotik ataupun melalui infus. Tersedia beberapa jenis antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab sifilis. Sekali suntikan antibiotik dapat menghentikan perkembangan penyakit, apabila kurang dari satu tahun terinfeksi bakteri sifilis. Untuk kasus penderita yang terinfeksi lebih dari satu tahun, maka mungkin membutuhkan penambahan dosis.

Obat sifilis pada pria tahap tersier, pengobatan membutuhkan waktu lebih lama dan antibiotik akan diberikan melalui infus. Perlu Anda ketahui bahwa pemberian antibiotik dilakukan untuk menghentikan infeksi, akan tetapi tidak bisa menyembuhkan kerusakan yang disebabkan oleh bakteri sifilis.


Bagaimana Cara Mencegah Sifilis


Cara terbaik untuk mencegah terinfeksi sifilis adalah dengan melakukan seks aman. Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual, hindari melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan, menggunakan lateks saat berhubungan seks oral, hindari berbagi mainan seks, bakteri sifilis juga dapat ditularkan melalui memakai jarum suntik bersama.

Itulah artikel mengenai bakteri sifilis, apabila Anda mengalami gejala seperti penjelasan diatas segera periksakan ke dokter spesialis penyakit kelamin, atau bisa datang langsung ke KLINIK UTAMA GRACIA untuk melakukan pemeriksaan. Anda juga bisa konsultasi langsung dengan dokter kami dengan cara klik gambar konsultasi dibawah ini.


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.