Penyakit menular seksual ada banyak sekali macamnya, salah satunya adalah herpes kelamin. Terjadinya herpes ini karena adanya infeksi virus bernama herpes simpleks virus. Virus ini dapat membuat munculnya luka melepuh yang berada di area kelamin milik pria dan wanita, ataupun anus, dan pangkal paha.

Sebenarnya herpes simpleks virus atau HSV memiliki dua jenis, yaitu HSV-1 dan HSV-2. Jenis HSV-1 ini bisa menyebabkan munculnya herpes di bagian mulut, ataupun bibir. Sedangkan HSV-2 akan membuat penderita yang terinfeksi virus ini mengalami herpes pada area genital. Walaupun begitu herpes kelamin juga bisa saja terjadi karena HSV-2 yang ditularkan melalui oral seks.

Herpes yang berada di area genital ini dapat mudah sekali menular, bila seseorang melakukan kontak langsung dengan luka yang dialami penderita melalui hubungan seksual.

Gejala

Penderita herpes genital bisa saja tidak merasakan keberadaan gejalanya. Namun adapula penderita yang merasakan kemunculan gejala seperti terjadinya luka melepuh namun tidak sakit, sakit ketika buang air kecil, terjadinya gejala flu atau demam, dan juga pembengkakan di kelenjar getah bening.

Biasanya gejala awal seperti munculnya luka akan terjadi setelah hari ke-4 sampai hari ke-7 setelah virus menginfeksi tubuh. Setelah gejala menghilang karena dilakukan pengobatan, bukan berarti virus juga ikut menghilang dari tubuh. Karena, walau dilakukan pengobatan sekalipun, herpes simpleks virus ini tidak akan bisa hilang dari tubuh, namun hanya dinonaktifkan sementara. Sehingga sewaktu-waktu, virus ini bisa saja kembali aktif dan menyebabkan timbulnya gejala lagi. Namun biasanya gejala dari infeksi kedua tidak akan separah gejala di awal kali Anda terinfeksi herpes.

Pengobatan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus herpes dari tubuh, namun tujuan dilakukan pengobatan adalah agar gejala yang dialami penderita dapat dikurangi, dan juga mencegah herpes kambuh kembali.

Biasanya, obat yang akan diberikan pada penderita herpes kelamin adalah obat antivirus yang berguna untuk mempercepat penyembuhan, menurunkan kemungkinan herpes kambuh, mengurangi keparahan dan juga durasi gejala, serta mengurangi kemungkinan herpes menular pada orang lain.

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi pada penderita herpes genital, seperti:

  1. Penyakit Menular Seksual Yang Lain

Luka terbuka yang dimiliki oleh penderita herpes genital akan membuat mereka lebih berisiko untuk menyebarkan ataupun tertular penyakit menular seksual yang lain, apalagi bila melakukan hubungan seksual yang tanpa menggunakan pengaman. Bahkan penderita bisa saja mengalami komplikasi berupa HIV/AIDS.

  1. Peradangan

Herpes yang terjadi pada area kelamin ini di beberapa kasus juga bisa membuat terjadinya peradangan pada saluran kemih. Terjadinya pembengkakan akan menutup jalur uretra, sehingga kateter harus dimasukkan guna menyedot isi dari kandung kemih. Peradangan juga bisa terjadi di bagian rektal atau dinding rektum yang seringkali terjadi pada pria yang sering melakukan hubungan seksual dengan sesama pria. Adapula kasus yang sangat langka dimana herpes simpleks virus menyebabkan terjadinya meningitis atau radang selaput otak.

  1. Masalah Pada Kehamilan

Bila penderita herpes genital adalah seorang wanita hamil, maka virus bisa saja menular pada bayi ketika dilahirkan. Infeksi yang terjadi sebelum masa kehamilan, maka resiko penularan pada bayi akan lebih rendah. Di bulan-bulan terakhir kehamilan, tubuh ibu akan melepas antibodi untuk melindungi bayi dari infeksi mikroorganisme seperti misalnya HSV.

Jika infeksi pertama kali terjadi di awal 3 sampai 6 bulan usia kehamilan, maka resiko bayi tertular akan lebih tinggi, termasuk juga resiko terjadinya keguguran. Virus herpes juga bisa menular ketika proses persalinan, terutama pada wanita hamil yang terinfeksi pertama kali di usia kehamilan di atas 6 bulan. Hal ini karena tubuh membutuhkan waktu agar dapat menghasilkan antibodi sebelum bayi lahir. Untuk itu, mungkin ibu hamil akan disarankan melakukan operasi caesar untuk meminimalisir bayi ikut terinfeksi virus herpes yang bisa menyebabkan cacat atau bahkan kematian.

Periksakan kondisi Anda bila ada gejala herpes kelamin yang Anda alami. Bila Anda sudah pernah terinfeksi herpes, ada baiknya untuk selalu menjaga kesehatan tubuh agar sistem kekebalan tubuh tidak menurun dan bisa mengaktifkan virus herpes di dalam tubuh.