Kutil kemaluan wanita atau kondiloma akuminata, merupakan penyakit menular seksual. Sebutan lain dari penyakit ini adalah kutil kelamin. Sesuai dengan namanya, penyakit ini akan membuat penderitanya mengalami kutil pada area kemaluannya atau vagina. Penyebab dari penyakit ini adalah virus yang ternyata merupakan virus yang sama dengan penyebab kanker serviks, walau hanya berbeda tipe virus.

Penyakit menular seksual satu ini adalah penyakit yang cukup umum dialami oleh wanita. Sama seperti penyakit menular seksual lainnya, penularan penyakit ini akan dengan mudah melalui kontak kulit dengan kulit ketika melakukan hubungan seksual dengan penderita.

Penyebab

Penyebab kutil kemaluan wanita atau kutil kelamin adalah karena infeksi human papillomavirus (HPV) tipe 6 dan tipe 11. Sedangkan penyebab kanker serviks adalah HPV tipe lain. Ada beberapa faktor pemicu seseorang terinfeksi virus ini, seperti sering berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom, dan sudah aktif secara seksual sejak masih remaja. Seseorang juga akan mudah mengalami penyakit ini bila sebelumnya pernah mengalami penyakit menular seksual lainnya.

Virus penyebab kutil kelamin ini tidak akan menular hanya melalui ciuman, berpelukan ataupun barang-barang seperti alat makan, kertas toilet ataupun handuk. Karena penularannya hanya bisa terjadi saat ada sentuhan kulit dengan kulit saat berhubungan intim. Bisa juga menular karena sentuhan tangan pada area genital penderita yang kemudian menyentuh area genital pasangan. Virus ini juga bisa ditularkan wanita hamil pada bayi ketika dilakukan proses persalinan, walaupun jarang terjadi.

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi karena penyakit kutil kemaluan wanita ini adalah kemungkinan dengan terjadinya kanker, seperti kanker vulva, kanker anus, kanker penis, ataupun kanker mulut dan tenggorokan. Walaupun tidak semua kasus berkaitan dengan kanker, namun wanita tetap harus waspada pada kemungkinan ini. Untuk itu rutin lakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi dini kemungkinan kanker.

Jika terjadi pada masa kehamilan, akan menyebabkan masalah tertentu, seperti sulit buang air kecil. Kutil juga akan mengurangi kemampuan vagina untuk meregang ketika proses persalinan jika kutil terjadi di dinding vagina. Pendarahan ketika mengejan juga bisa terjadi jika kutil tumbuh di vulva ataupun vagina dengan ukuran yang cukup besar.

Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit kutil kemaluan wanita ini bisa dilakukan dengan obat topikal ataupun prosedur ablasi. Kutil yang masih lunak dan tumbuhnya tidak menyebar akan diberikan obat topikal. Sedangkan kutil yang tidak merespon pengobatan topikal dan juga sudah tumbuh menyebar, maka harus dilakukan prosedur ablasi. Prosedur ini juga umumnya dilakukan pada penderita yang merupakan wanita hamil, karena pemberian obat topikal seringkali memberikan efek samping pada janin yang dikandung.

Obat topikal yang diberikan akan membunuh sel kutil dan juga merangsang sistem kekebalan tubuh agar bisa melawan infeksi yang terjadi. Namun jangan menggunakan obat topikal kutil yang dijual dan mudah dibeli secara bebas, karena malah bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada area kelamin.

Jika dirasakan ada gejala seperti tumbuh kutil mirip jengger ayam atau kembang kol pada area kelamin, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Gejala yang umumnya akan dialami penderita adalah terasanya gatal di area kelamin, dan juga sakit, ada kutil yang tumbuh secara berkelompok, dan bisa juga terjadi pendarahan ketika melakukan hubungan seksual karena kutil yang bergesekan.

Penanganan yang tepat akan membantu menyembuhkan penyakit ini dengan segera. Selain itu tetap jaga kondisi kebersihan area kewanitaan agar Anda tidak mengalami penyakit ini.