Keputihan memang wajar terjadi pada wanita, namun bukan berarti semua keputihan tersebut normal. Karena ada pula keputihan abnormal yang bisa membuat tidak nyaman. Misalnya seperti keputihan yang berlebihan. Akibat keputihan berlebihan ini bisa menimbulkan masalah yang mengganggu aktivitas Anda. Sebelumnya Anda harus mengetahui jenis dan juga penyebab dari keputihan berlebihan.

Jenis Keputihan

  • Keputihan Fisiologis

Biasanya jenis keputihan ini terjadi di saat masa subur, ataupun ketika sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan ini termasuk normal dan biasanya tidak menimbulkan gejala seperti gatal ataupun berbau. Keputihan fisiologis yang terjadi pada wanita hamil juga tidak akan mempengaruhi janin.

  • Keputihan Patologis

Keputihan jenis ini bisa dibilang sebagai keputihan abnormal, dan termasuk dalam jenis penyakit. Efek yang bisa muncul karena keputihan patologis adalah mengganggu kesehatan daerah kewanitaan. Jika terjadi pada wanita hamil, maka akan mengakibatkan infeksi yang menyebabkan bayi prematur. Bayi yang terinfeksi juga bisa mengalami gangguan seperti gangguan di pencernaan, pernapasan, penglihatan, ataupun bahkan kematian.

Keputihan berlebihan yang normal bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Gairah Seksual

Vagina akan mengeluarkan cairan jernih ataupun keruh ketika mengalami gairah seksual yang berguna sebagai pelumas. Hal ini diperlukan untuk membuat hubungan seksual menjadi lebih mudah.

  • Ovulasi

Ketika ovulasi atau ketika sel telur (ovum) dilepas dari ovarium ke tuba fallopi dan siap untuk fertilisasi, maka kelenjar serviks akan mengeluarkan lendir ke vagina. Hal ini berguna untuk membantu sperma menemukan sel telur.

Biasanya jumlah keputihan akan meningkat ketika dua minggu setelah menstruasi hari pertama. Selama ovulasi pelumas vagina meningkat dan bisa meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya kehamilan.

  • Ketidakseimbangan Hormon Progesteron

Ketidakseimbangan kadar progesteron yang melonjak, bisa membuat keputihan terjadi berlebihan. Seperti ketika penggunaan kotrasepsi oral yang mengandung progesteron bisa membuat sekresi vagina menjadi meningkat.

  • Hamil

Pada awal kehamilan, progesteron akan meningkat, sehingga terjadinya keputihan yang berlebihan. Sel telur yang sudah dibuahi dilindungi oleh cairan tersebut sehingga aman dan bisa berkembang di rahim.

Adapula keputihan berlebihan yang abnormal dan harus diwaspadai. Berikut ini penyebabnya:

  • Infeksi Jamur

Keputihan biasanya akan berlebihan, kental, berwarna putih seperti keju dan juga berbau tidak sedap jika Anda mengalami infeksi jamur. Biasanya gejala tersebut juga dibarengi dengan gatal di area vagina. Jamur yang menjadi penyebab gejala tersebut adalah jamur candida.

  • Bakteri Vaginosis

Bakteri yang tidak seimbang pada vagina akan membuat terjadinya vaginosis bakteri. Hal ini akan membuat terjadinya keputihan yang berlebihan yang berwarna keabu-abu dan berbau amis. Biasanya akan dibarengi dengan rasa terbakar atau gatal di vagina.

  • Penyakit Menular Seksual

Keputihan berlebihan juga bisa disebabkan karena adanya penyakit menular seksual seperti gonore ataupun klamidia. Biasanya keputihan akan muncul berwarna kuning, berbau busuk dan juga menyebabkan gatal.

Akibat Keputihan Berlebihan

Akibat keputihan berlebihan yang terjadi pada wanita akan membuat terjadinya kondisi-kondisi berikut ini:

  • Kanker serviks
  • Vaginosis bakterial
  • Radang di area vagina
  • Trikomoniasis
  • Diabetes
  • Bayi lahir prematur akibat keputihan berlebihan saat hamil
  • Kemandulan
  • Penyakit menular seksual klamidia
  • Atrofi vagina yang membuat dinding vagina menipis dan kering
  • Kematian juga bisa terjadi karena akibat keputihan berlebihan yang semakin parah

Itulah beberapa hal mengenai keputihan berlebihan yang normal ataupun abnormal. Jika Anda mengalami keputihan berlebih yang abnormal segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter untuk segera diberikan penanganan.