Wanita dan keputihan, adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena umumnya setiap wanita pasti pernah dan akan mengalami keputihan. Namun tak semua keputihan yang dialami wanita adalah keputihan normal. Karena adapula keputihan abnormal yang memiliki tanda keputihan tertentu yang bisa menjadi patokan bagi Anda agar mewaspadai keberadaannya.

Keputihan yang keluar dari vagina merupakan hasil produksi dari kelenjar di dalam vagina, agar area vagina dapat tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Namun keputihan juga dapat menjadi tanda bahwa sedang terjadi gangguan pada area kewanitaan, salah satunya karena adanya infeksi. Untuk itu, ketahui perbedaan tanda keputihan normal dan abnormal agar lebih memahami kondisi keputihan yang Anda alami.

Keputihan Normal

Keputihan normal adalah suatu hal yang alami untuk terjadi pada setiap wanita. Umumnya tanda keputihan normal ini akan berwarna bening, tidak memiliki bau dan tidak menyebabkan gatal. Setiap harinya, wanita dapat mengalami keputihan sebanyak 2 hingga 5 ml atau sekitar setengah hingga satu sendok teh. Walaupun begitu, jumlah dan tekstur kekentalan keputihan akan berbeda berdasarkan penyebabnya. Keputihan juga akan muncul pada saat-saat tertentu saja, seperti pada masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, dan juga saat munculnya gairah seksual.

Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal atau keputihan tidak normal yang dapat dialami setiap wanita ini bisa terjadi karena dipicu oleh banyak hal, mulai dari tidak menjaga kebersihan area kelamin, penggunaan produk pembersih vagina berpewangi, penggunaan celana yang terlalu ketat, dan bisa pula menjadi tanda adanya infeksi ataupun penyakit lain.

Ada beberapa tanda keputihan abnormal berikut ini:

  1. Vaginosis bakteri. Kondisi ini terjadi ketika keseimbangan bakteri pada vagina terganggu karena banyaknya jumlah bakteri jahat. Keputihan yang terjadi karena kondisi ini akan menunjukkan gejala berwarna putih, keabuan, ataupun kekuningan, mengeluarkan bau amis, menyebabkan gatal, perih, kemerahan dan juga bengkak pada vagina serta vulva.
  2. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur akan menyebabkan keputihan bertekstur kental, berwarna putih, menyebabkan gatal, bengkak dan juga sakit pada area vulva. Wanita yang mengalami infeksi jamur juga akan merasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  3. Trikomoniasis. Salah satu penyakit menular seksual ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme Trichomonas vaginalis yang menyerang area kewanitaan. Gejala keputihan yang terjadi karena hal ini yaitu berwarna kekuningan atau kehijauan, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Wanita juga akan merasakan gatal dan nyeri ketika buang air kecil.
  4. Gonore dan Klamidia. Kedua penyakit ini juga merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala yang terjadi yaitu keputihan berwarna kuning ataupun keruh, terjadi pendarahan di luar siklus menstruasi, nyeri pada panggul dan juga urine keluar tanpa disadari.
  5. Siklus menstruasi yang tidak teratur, kanker serviks dan kanker endometrium. Ketiga kondisi ini bisa menyebabkan wanita mengalami keputihan berwarna coklat atau kemerahan yang juga disertai dengan nyeri pada panggul serta pendarahan vagina.

Bila Anda mengalami keputihan normal, maka tidak perlu khawatir akan hal tersebut, karena keputihan normal merupakan kondisi alami. Namun bila terjadi keputihan abnormal, dengan gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan atau dokter ginekologi.

Pemeriksaan ini dilakukan agar dapat ditemukan penyebab pasti dari kondisi yang Anda alami tersebut. Dengan begitu pengobatan dapat dilakukan dengan tepat.

Anda dapat berkonsultasi terlebih dulu pada staf medis kami, untuk membantu keluhan keputihan abnormal yang Anda alami. Ataupun Anda dapat memeriksakan diri langsung pada dokter Klinik Utama Gracia.