Keputihan pada wanita terdiri dari dua jenis yaitu keputihan normal dan keputihan tidak normal. Keputihan normal atau keputihan fisiologis merupakan cara vagina dalam membersihkan dirinya dari bakteri, kelebihan air, dan membersihkan dinging sel vagina. Keputihan ini cenderung bening dan tidak berbau.

Keputihan normal biasanya akan keluar di saat tertentu, seperti menjelang ovulasi, yang berguna untuk menarik sperma ke rahim. selain itu, keputihan normal juga akan terjadi ketika akan dan sesudah menstruasi, saat bergairah, dan juga saat stres. Keputihan yang normal akan keluar sekitar 4 ml setiap harinya atau setara dengan 1 sendok teh.

Berbeda halnya dengan keputihan tidak normal atau yang juga disebut sebagai keputihan patologis. Keputihan ini cenderung akan terjadi karena adanya infeksi bakteri, jamur, ataupun penyakit menular seksual. Gejala yang akan terjadi karena keputihan ini pun akan berbeda dari keputihan normal. Selain itu, ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi bila keputihan yang tidak normal ini dibiarkan begitu saja. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Gejala Keputihan Tidak Normal

  1. Kondisi Keputihan

Kondisi keputihan yang terjadi bisa menjadi salah satu pembeda penyebab keputihan tersebut terjadi, karena beda penyebab, maka kondisi keputihan yang terjadi juga akan berbeda. Bila terjadi infeksi bakteri, keputihan akan berwarna putih ataupun keabuan, keluar secara berlebih, lengket, dan juga menyebabkan dinding vagina terdapat lapisan keputihan.

Infeksi jamur pada area kewanitaan akan menyebabkan keputihan kental, kekuningan, dan jumlah akan semakin banyak bila infeksi semakin parah. Sedangkan infeksi parasit yang terjadi akan menyebabkan keputihan berwarna kekuningan dan juga kehijauan, lengket, dan berbuih.

  1. Bau

Keputihan yang normal tidak akan memiliki bau yang cenderung berbau tidak sedap. Berbeda halnya dengan keputihan abnormal ini. Umumnya keputihan abnormal memiliki bau tertentu, seperti bau amis bila terjadi infeksi bakteri, bau busuk terjadi karena infeksi parasit, dan umumnya berbau tidak sedap namun tidak terlalu mencolok bila ada infeksi jamur.

  1. Gejala Penyerta

Gejala yang menyertai munculnya keputihan juga harus diperhatikan agar Anda dapat mengetahui keberadaan keputihan abnormal ini. Bila terjadi infeksi bakteri pada area kewanitaan, maka gejala akan disertai munculnya rasa gatal pada vagina. Infeksi jamur akan membuat munculnya rasa panas seperti terbakar pada vagina. sedangkan infeksi parasit pada tahap awal infeksi tidak akan menunjukkan gejala penyerta, namun saat semakin parah, gejala yang menyertai akan lebih banyak seperti gatal, sakit saat buang air kecil, dan sakit saat berhubungan seksual.

Komplikasi Keputihan Tidak Normal

Walaupun dapat dibedakan penyebab keputihan abnormal berdasarkan gejala yang terjadi, namun akan lebih baik bila langsung memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab tersebut. Bila diabaikan, keberadaan keputihan abnormal ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti terjadinya penyakit radang panggul, infertilitas, dan juga kehamilan ektopik.

Penyakit radang panggul merupakan komplikasi yang terjadi akibat infeksi yang sudah menyebar hingga atas. Saat wanita mengalami penyakit ini, maka bisa merasakan sakit yang kronis pada area panggul ataupun perut bagian bawah, dan juga demam. Lalu, infertilitas dapat terjadi akibat dampak lanjut penyakit radang panggul, sehingga wanita akan kesulitan dalam memiliki keturunan. adapula dampak lanjutan penyakit radang panggul dimana wanita mengalami kehamilan ektopik atau terjadi di luar rahim.

Agar komplikasi serius tersebut tidak terjadi, maka jangan biarkan keputihan abnormal tanpa pengobatan. Anda juga harus memahami keputihan yang Anda alami termasuk normal atau tidak. Bila memiliki keluhan keputihan abnormal, segera konsultasikan pada staf medis Klinik Utama Gracia.