Masalah keputihan memang banyak dialami oleh banyak wanita. Keputihan sendiri sebenarnya terbagi menjadi dua, keputihan fisiologis dan juga patologis. Jenis keputihan yang banyak dikeluhkan oleh para wanita yaitu keputihan patologis atau bisa juga disebut keputihan yang abnormal. Keputihan yang abnormal umumnya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari keputihan normal, yaitu memiliki warna berbeda seperti keputihan berwarna putih susu, hijau, kuning, kecoklatan, berbau tidak sedap, dan juga menyebabkan gatal. Walaupun terlihat sepele, sebenarnya keputihan yang terjadi bisa saja menunjukkan kondisi vagina Anda. Di bawah ini adalah beberapa penyebab keputihan termasuk keputihan berwarna putih susu.

  1. Jamur

Keputihan berwarna putih susu merupakan salah satu gejala masalah di vagina yang terjadi karena adanya infeksi jamur. Jamur bernama candida albicans umumnya menyebabkan gatal pada area vulva atau vagina, keputihan berwarna putih susu, kental, berbau tajam, dan menyebabkan mulut vagina meradang dan kemerahan. Biasanya infeksi ini terjadi ketika masa kehamilan, pada penderita kencing manis, pengguna pil KB, dan juga seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Pada bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan karena jamur ini ketika persalinan, karena tanpa sengaja menelan cairan yang berasal dari ibu yang mengalami masalah keputihan karena jamur ini.

  1. Bakteri

Bakteri vaginosis yang menyerang wanita akan membuat wanita merasakan gatal, mengeluarkan cairan berwarna keabuan, berbuih, dan juga berbau amis. Biasanya bakteri muncul ketika masa kehamilan, dan menggunakan alat kb spiral. Ada juga bakteri lain yang bisa memicu terjadinya penyakit kelamin seperti gonorrhea dan sifilis, yang bisa disebabkan karena aktivitas seks yang berisiko.

  1. Virus

Keputihan karena virus umumnya disebabkan oleh penyakit kelamin seperti misalnya kondiloma atau kutil kelamin, penyakit herpes, dan HIV/AIDS. Keputihan akibat virus ini juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker rahim.

  1. Parasit

Parasit yang bisa menyerang wanita dan menyebabkan keputihan yaitu parasit trichomonas vaginalis yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Keputihan yang terjadi memiliki ciri-ciri berwarna kuning atau kehijauan, kental, berbuih, dan berbau tidak sedap. Keputihan karena parasit ini umumnya tidak menyebabkan gatal, namun membuat nyeri pada vagina.

Untuk mengatasi keputihan yang Anda alami maka terlebih dulu harus diketahui apa penyebab dari keputihan tersebut. Diagnosa penyebab keputihan hanya bisa dilakukan lewat pemeriksaan keputihan di laboratorium. Hal ini diperlukan agar Anda tau pengobatan apa yang Anda perlukan, dan dokter juga bisa menentukan pengobatan apa yang tepat bagi permasalahan Anda.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya keputihan yang abnormal, Anda disarankan untuk selalu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan benar. Untuk membersihkan vagina, sebaiknya jangan menggunakan produk yang memiliki kandungan parfum di dalamnya, karena bisa menghilangkan bakteri baik di vagina. Anda bisa mencoba rebusan air daun sirih untuk membasuh vagina Anda. Cara ini terbilang tradisional namun ampuh untuk mencegah dan juga mengobati keputihan yang Anda alami. Selain itu jaga kelembaban dari area kewanitaan Anda. Anda juga disarankan untuk memakai pakaian dalam berbahan katun agar keringat lebih mudah terserap dan area kewanitaan tidak mengalami lembab yang berlebihan.

Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter Klinik Utama Gracia melalui layanan chatting online gratis di bawah ini. Anda bisa berkonsultasi terkait dengan permasalahan keputihan ataupun permasalahan seksual lainnya yang Anda alami. Semoga artikel di atas bermanfaat.