Biasanya paling tidak setiap orang akan buang air kecil sekitar 4-8 kali sehari. Namun jika buang air kecil terjadi lebih sering daripada seharusnya, mungkin ada penyebab lain. Sering buang air kecil ternyata banyak penyebabnya, mulai dari kebiasaan minum yang banyak, ataupun juga karena penyakit-penyakit tertentu. Walaupun terkesan sepele, namun seringnya buang air kecil tidak boleh begitu saja disepelekan. Berikut ini adalah beberapa penyebab sering buang air kecil, dan juga gejala lain yang bisa juga ikut menyertai.

Minum Berlebihan dan Jenis Minuman

Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah minum secara berlebihan. Hal tersebut bisa membuat Anda akan sering buang air kecil, karena dalam mekanisme keseimbangan tubuh, air yang tersedia sudah cukup, maka sisanya akan dibuang.

Selain itu, jenis-jenis minuman tertentu juga bisa menambah frekuensi dari buang air kecil. Seperti minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh. Minuman-minuman ini memiliki sifat diuretik atau memicu seringnya buang air kecil. Untuk itu, ada baiknya mengurangi minuman tersebut.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih atau saluran kencing akan menimbulkan gejala sering buang air kecil dan akan dibarengi dengan rasa nyeri, panas, ataupun sakit. Saat infeksi ini terjadi, air seni akan keluar sedikit-sedikit, biasa dikenal dengan istilah anyang-anyangan. Untuk mengatasi keadaan ini, diperlukan antibiotik untuk mengusir bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut. Segera kunjungi dokter untuk penanganan yang tepat.

Diabetes Melitus

Sering buang air kecil juga bisa menjadi salah satu pertanda bahwa gula darah Anda sedang tinggi. Hal ini karena sifat gula yang menarik cairan (hidrofolik). Gejalanya seperti seringnya bangun saat malam hari untuk buang air kecil, yang bahkan bisa terjadi 3-5 kali, gejala lainnya yaitu seperti sering merasa haus, kesemutan dan juga badan yang terasa lemas. Untuk mengatasinya, Anda harus menurunkan level gula darah Anda ke normal dan harus dengan bantuan dari dokter.

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika produksi hormon ADH (antidiuretic hormone) mengalami penurunan atau mengganggu reseptor hormon sehingga menjadikan produksi urin meningkat. Dalam kondisi ini, ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan air di dalam tubuh dengan membuat urin menjadi lebih encer karena gagal berkonsentrasi. Hal ini membuat tubuh kehilangan banyak urin dan mencoba untuk mengkompensasinya, makanya penderita akan mudah merasa haus.

Hipertrofi Prostat

Hipertrofi prostat adalah salah satu penyebab sering buang air kecil berikutnya. Kelenjar prostat yang membesar ini menimbulkan gejala sering buang air kecil tidak lancar, dan sedikit-sedikit. Biasanya juga akan diikuti rasa belum tuntas buang air kecil walaupun sudah selesai buang air, sehingga memicu ingin buang air kecil lagi dan lagi. Untuk mengatasinya bisa diberikan obat-obatan dari dokter ataupun tindakan operasi.

Penggunaan Obat Diuretik

Obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi biasanya memiliki mekanisme kerja meningkatkan pembuangan cairan tubuh melalui ginjal. Hal inilah yang menjadi penyebab sering buang air kecil. Konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa terganggu dengan hal tersebut.

Infeksi Ginjal

Seringnya buang air kecil juga bisa menjadi tanda bahwa ginjal Anda mengalami infeksi. Gejalanya selain seringnya buang air kecil, yaitu sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, dan juga gemetaran.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang harus Anda ketahui. Segera konsultasikan pada dokter untuk kemungkinan penyakit apa yang menjadi penyebab sering buang air kecil. Diagnosis yang tepat akan membuat penangan untuk Anda juga lebih tepat.