Kegiatan seks merupakan hal penting bagi pria, karena berhubungan dengan penghilang stres, menurunkan tekanan darah, dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Seksualitas pria dan wanita memang tidak sama. Terdapat perbedaan pada cara kerja otak dan juga organ tubuh yang dimiliki keduanya. Ada beberapa hal yang akan mempengaruhi seksualitas pria, apa sajakah itu?

  • Sistem Kerja Otak

Seksualitas atau gairah seksual pria berada pada otak. Itulah mengapa seorang pria bisa mengalami orgasme walaupun hanya berpikir ataupun bermimpi melakukan aktivitas seksual. Bahkan sebuah gambar yang merangsang seksual pun bisa meningkatkan kinerja otak yang berkaitan dengan seks. Ketika pria terangsang dan merasa bergairah, maka ada sinyal di otak yang menstimulasi detak jantung dan aliran darah menuju alat kelamin dan menyebabkan terjadinya ereksi.

  • Hormon Testosteron

Hormon ini diproduksi di testis dan berperan penting dalam seksualitas pria. Hormon testosteron juga berfungsi untuk membentuk organ seksi pria, pertumbuhan rambut dan otot, produksi sperma, dan juga sel darah merah. Perubahan suara yang dimiliki remaja laki-laki yang sedang beranjak dewasa juga dipengaruhi oleh hormon ini.

Hormon testosteron berada pada tingkatan tertinggi ketika akhir masa remaja, dan akan semakin menurun seiring berjalannya waktu. Pada usia 30 tahun, hormon tersebut akan menurun sedikit demi sedikit, dan akan menyebabkan reaksi ereksi lebih lambat dan sulit mengalami ereksi kembali setelah ejakulasi.

  • Stimulasi Langsung Ataupun Visual

Pria akan membutuhkan stimulasi langsung ataupun visual untuk terangsang, tak seperti wanita yang bisa terangsang hanya dengan cerita ataupun fantasi seksual. Pria bisa merasakan gairah seksual dengan memandang gambar ataupun video yang bisa merangsangnya. Sedangkan wanita harus melibatkan hubungan intim atau kedekatan untuk memicu gairah seksualnya.

Seksualitas pria umumnya akan berlangsung seumur hidupnya, namun biasanya akan terjadi perubahan dalam cara menikmati dan juga frekuensi aktivitas seksual yang dilakukan. Perubahan akan terjadi ketika memasuki usia 40 tahunan, seperti penurunan gairah seksual. Selain itu, perubahan yang akan terjadi yaitu waktu yang dibutuhkan pria untuk ereksi akan lebih lama, pria juga bisa mengalami ereksi yang tidak maksimal ataupun penurunan ukuran penis.

Gangguan seperti ejakulasi dini bisa terjadi ketika usia pria semakin bertambah. Faktor resiko lainnya juga bisa meningkatkan kemungkinan seorang pria mengalami gangguan-gangguan tertentu. Jika mengalami gangguan terkait dengan gairah seksual, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik dan tidak menjadi masalah yang berlarut-larut.

Menjaga kondisi tubuh juga bisa menjadi salah satu cara agar tidak terjadi gangguan pada gairah seks pria. Untuk menjaga kondisi tubuh, Anda bisa melakukan olahraga-olahraga tertentu untuk membuat kondisi tubuh menjadi lebih pria. Olahraga akan berguna untuk meningkatkan energi, stamina, volume otot, membakar lemak, dan juga meningkatkan rasa percaya diri ketika melakukan seks. Lakukan olahraga ringan seperti push up, squats, kegel, ataupun plank.

Gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan yang baik juga bisa Anda lakukan. Ada makanan-makanan tertentu yang bisa menjaga gairah seksual Anda, misalnya seperti buah pisang, kenari, buah-buahan citrus dan juga berry, dan buah delima. Makanan-makanan tersebut berguna terkait dengan produksi sperma yang dihasilkan oleh pria dan juga peningkatan gairah seksual seorang pria. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter terkait dengan cara menjaga seksualitas agar Anda tetap bisa melakukan hubungan seksual tanpa ada gangguan apapun.