Penyakit orchitis adalah salah satu penyakit yang bisa terjadi pada setiap pria. Saat pria mengalami orchitis atau orkitis, maka testis pria akan mengalami peradangan yang terjadi di salah satu testis atau bahkan keduanya. Peradangan ini umumnya merupakan suatu reaksi sekunder yang terjadi karena adanya infeksi pada bagian tubuh lain.

Mungkin penyakit ini memang masih terbilang asing didengar oleh orang-orang kebanyakan. Penyakit yang bisa terjadi pada pria ini umumnya akan terjadi pada pria yang usianya di atas 45 tahun ataupun pada penderita gondok. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai orchitis.

Penyebab

Penyebab dari kondisi peradangan pada testis ini dibagi menjadi tiga, yaitu idiopatik, virus dan bakteri. Orchitis idiopatik adalah orchitis yang tidak diketahui penyebab pastinya. Orchitis virus adalah peradangan yang terjadi karena virus seperti virus mumps yang juga merupakan penyebab sakit gondongan. Biasanya kondisi ini akan sering terjadi pada anak laki-laki di bawah usia 10 tahun. Pada sekitar 15 hingga 25 persen pria yang pernah mengalami gondongan, bisa mengalami penyakit orchitis ini.

Sedangkan orchitis bakteri terjadi karena adanya bakteri seperti escherichia coli, staphylococcus, ataupun streptococcus. Bakteri lain seperti penyebab epididimitis, gonore, klamidia, dan juga sipilis juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan tersebut.

Beberapa faktor yang bisa membuat tingginya resiko pria mengalami orchitis adalah seperti mengalami infeksi saluran kemih, tidak pernah vaksin gondong, pernah mengalami infeksi menular seksual, berganti-ganti pasangan seksual, dan juga melakukan aktivitas seksual berisiko.

Gejala

Gejala orchitis adalah sakit dan juga bengkak pada skrotum selama beberapa minggu, mual, demam, nyeri ketika buang air kecil, terasa berat pada area yang terinfeksi, keluarnya darah dan juga semen, skrotum terasa sakit ketika disentuh ataupun saat melakukan hubungan seksual.

Orchitis ini memang merupakan efek dari infeksi lain yang terjadi, namun jika dibiarkan maka kondisi ini bisa menyebabkan terjadi gangguan pada kesuburan pria. Untuk itu, segera lakukan pengobatan agar penyakit ini sembuh tanpa menyebabkan komplikasi.

Pengobatan

Sebelum dilakukan pengobatan, umumnya dokter akan memestikan diagnosis terkait dengan kondisi yang Anda alami. Pemeriksaan fisik terkait orchitis adalah yang pertama kali akan dilakukan untuk melihat adanya pembesaran di kelenjar getah bening yang berada di selangkangan, pembengkakan di testis, dan juga kelenjar prostat.

Pemeriksaan lain yang mungkin juga akan disarankan oleh dokter yaitu tes urine, tes darah, ultrasound testis, pemeriksaan dubur, pemeriksaan penyakit menular seksual, dan juga tes pencitraan testis.

Setelah dipastikan diagnosanya, maka pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter yaitu dengan pemberian antibiotik pada penderita orchitis bakteri, obat anti-inflamasi, dan juga obat pereda nyeri. Penanganan mandiri juga dapat Anda lakukan dengan mengompres area testis yang biasanya terasa sakit karena adanya infeksi.

Pencegahan akan penyakit orchitis adalah dengan melakukan imunisasi gondongan dan juga melakukan aktivitas seksual yang aman dan tidak berisiko. Pencegahan akan lebih baik dilakukan, daripada Anda harus mencari cara untuk mengatasinya ketika sudah terserang penyakit ini.

Itulah beberapa hal tentang orchitis yang harus diketahui oleh setiap pria agar lebih waspada pada kemungkinan peradangan ini. Selain itu, bila Anda mengalami orchitis, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri untuk melihat adanya infeksi di bagian tubuh lain, dan melihat adanya infeksi virus ataupun bakteri pada tubuh Anda.

Anda bisa memeriksakan kondisi yang Anda alami pada dokter Klinik Utama Gracia. Ataupun berkonsultasi terlebih dulu pada staf Klinik Utama Gracia melalui layanan chatting yang sudah disediakan.