Lemah syahwat adalah suatu kondisi gangguan seksual pada pria yang sering terjadi. Biasanya pria akan mengalami lemah syahwat pada usia di atas 60 tahun, namun banyak pula pria muda saat ini yang mengalami gangguan tersebut. Lemah syahwat sendiri sering disebut sebagai impotensi. Ketahui beberapa hal tentang lemah syahwat berikut ini.

Saat pria mengalami lemah syahwat, maka ia akan kehilangan kemampuan untuk memulai ataupun mempertahankan ereksi, terutama saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Kondisi ini juga sangat berkaitan dengan menurunnya gairah seksual pria, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seksual semakin menurun.

Penyebab Lemah Syahwat

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu atau penyebab lemah syahwat, yaitu:

  1. Gangguan Endokrin

Hormon yang dihasilkan endokrin akan berguna untuk metabolisme, fungsi seksual, ataupun reproduksi. Sehingga bila terjadi gangguan pada endokrin, maka pria bisa mengalami lemah syahwat. Gangguan pada produksi hormon ini bisa disebabkan oleh faktor usia, gangguan liver, sakit ginjal, gangguan pada testis ataupun kesehatan lainnya.

  1. Gangguan Saraf

Gangguan pada saraf bisa saja terjadi bila pria sering mengonsumsi alkohol, mengalami penyakit kelamin, pernah menjalani pembedahan di panggul, cedera tulang belakang ataupun mengalami pembengkakan saraf karena difteri. Ketika terjadinya gangguan saraf ini, maka bisa membuat pria mengalami lemah syahwat.

  1. Berkaitan Dengan Aliran Darah

Terjadinya gangguan pada aliran darah, seperti pada penderita penyakit jantung, stroke, hipertensi, ataupun kolesterol tinggi, maka juga akan berpengaruh pada kemampuan pria untuk ereksi. Hal ini dikarenakan, aliran darah yang terhambat menuju penis akan membuat hilangnya kemampuan ereksi pada pria, sehingga juga berkaitan pada gairah seksual pria.

  1. Konsumsi Obat

Obat jenis tertentu yang berpengaruh terhadap aliran darah, seperti obat anti-hipertensi, sakit jantung, obat penenang, stimulan, dan juga obat kemoterapi untuk kanker, dapat menyebabkan seorang pria mengalami lemah syahwat atau impotensi. Untuk itu, konsumsi obat tersebut sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter, dan konsultasikan pada dokter terkait dampak yang diberikan obat tersebut.

  1. Faktor Psikologis

Merasa stres, depresi, cemas ataupun takut, juga dapat menjadi penyebab lemah syahwat. Hal ini terjadi karena kondisi psikologis seseorang juga akan berpengaruh pada kemampuan ereksi saat melakukan hubungan seksual. Agar tidak mengalami gangguan seksual ini, maka Anda harus menenangkan pikiran terlebih dulu.

Gejala Lemah Syahwat

Gejala utama dari lemah syahwat adalah sulitnya pria dalam memulai ereksi dan juga mempertahankan ereksinya saat melakukan hubungan seksual. Selain itu pria juga akan mengalami penurunan gairah seksual, sehingga seringkali menganggap melakukan hubungan seksual sudah tidak menarik lagi.

Biasanya pria akan mengalami ereksi pagi ketika bangun tidur, namun pada pria yang mengalami lemah syahwat, maka ereksi pagi tidak hadir. Selain itu, kebanyakan pria yang lemah syahwat seringkali sulit tidur, mudah marah dan juga mudah lelah.

Sebaiknya, bila Anda mengalami gejala-gejala lemah syahwat tersebut, segera memeriksakan diri ke dokter. Bila tidak ditangani dengan tepat dan segera maka bisa menyebabkan impotensi permanen yang dapat membuat hubungan rumah tangga Anda menjadi terganggu.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat serta melakukan olahraga yang teratur agar Anda terhindar dari kondisi ini.

Anda dapat berkonsultasi pada staf medis Klinik Utama Gracia mengenai lemah syahwat atau impotensi ataupun gangguan seksual pria lainnya melalui layanan chatting konsultasi online yang sudah tersedia. Atau Anda juga dapat mendatangi Klinik Utama Gracia langsung untuk memeriksakan diri ke dokter. Semoga bermanfaat.