Ejakulasi dini adalah kondisi masalah seksual yang terjadi pada pria, dimana pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat. Hal ini tentunya akan menimbulkan perasaan tidak percaya diri ataupun malu bagi pria yang mengalaminya. Selain itu kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya ketidak harmonisan dalam keluarga, karena pasangan yang menjadi kurang puas ketika berhubungan seksual.

Sebenarnya memang tidak ada batas waktu pasti apakah ejakulasi yang dialami pria tersebut dikatakan terlalu cepat atau tidak, namun para ahli mengatakan bahwa ejakulasi dini terjadi setelah kurang dari dua menit. Biasanya pria akan mengalami ejakulasi dini ketika sebelum ataupun beberapa saat setelah melakukan penetrasi.

Penyebab Ejakulasi Dini

Sebenarnya penyebab ejakulasi dini ini bisa karena banyak hal, mulai dari faktor fisik dan juga psikologis. Faktor psikologis penyebab ejakulasi dini adalah seperti rasa cemas, rasa bersalah, takut, depresi, stres dan juga trauma bisa menjadi penyebab paling umum. Ejakulasi dini juga bisa terjadi ketika pengalaman seks pertama kali, sensitivitas alat kelamin yang berlebihan, ataupun jarak antar ejakulasi yang singkat atau malah panjang. Faktor-faktor psikologis ini juga bisa membuat pria yang sebelumnya memiliki ejakulasi normal, malah mengalami ejakulasi dini.

Adapula faktor fisik yang berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang menyebabkan ejakulasi dini, misalnya diabetes, impotensi, gangguan di prostat, penyakit jantung, hipertensi, gangguan pada kelenjar tiroid, kerusakan saraf, peradangan di uretra dan juga efek samping obat.

Sebenarnya sulit untuk menentukan penyebab dari kondisi tersebut, untuk itu ketika melakukan konsultasi dengan dokter umumnya dokter akan berdiskusi terkait dengan kehidupan seksual Anda, riwayat kesehatan, dan juga melakukan pemeriksaan fisik. Jika Anda mengalami kesulitan untuk memulai atau mempertahankan ereksi, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes darah untuk mengukur tingkat testosteron ataupun menjalankan tes lainnya.

Mengatasi Ejakulasi Dini

Pada banyak kasus, ejakulasi dini ini bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak diperlukan pengobatan yang spesifik. Anda juga bisa melakukan latihan relaksasi atau metode tertentu untuk mengatasi ejakulasi dini yang Anda alami.

Metode yang bisa digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah melakukan metode distraksi seperti menggenggam pangkal penis guna menahan ejakulasi ataupun mengaburkan pikiran mengenai perihal seksual, agar ejakulasi terjadi lebih lama.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kondom ataupun pelumas seks yang akan mengurangi sensasi rangsangan yang terjadi pada penis. Atau dengan cara mencoba posisi yang berbeda dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Anda juga bisa melakukan pemanasan dahulu sebelum melakukan hubungan seksual, agar pasangan Anda bisa cepat terangsang dan mengalami orgasme.

Jika ejakulasi dini terjadi karena faktor psikologis, maka cara mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi perilaku dan juga konseling, yang biasanya dilakukan bersama dengan pasangan.

Biasanya dokter akan memberikan resep obat antidepresan untuk mengatasi ejakulasi dini. Penggunaan krim, gel atau spray juga bisa digunakan untuk mengurangi sensasi rangsangan di penis. Jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi, menjauhi kebiasaan konsumsi alkohol dan juga merokok untuk meningkatkan kontrol terhadap ejakulasi.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan ejakulasi dini yang harus Anda ketahui. Jika Anda mengalami ejakulasi dini, segera periksakan diri ke dokter untuk dilakukan penanganan yang tepat, agar hubungan Anda dengan pasangan tetap terjaga.

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan tenaga medis Klinik Utama Gracia terkait dengan permasalahan seksual Anda, bisa melalui layanan chatting online di bawah ini.