Pernah mendengar istilah phimosis? Phimosis adalah penyakit yang berkaitan dengan alat kelamin pria yaitu penis. Biasanya bagi pria yang mengalami penyakit ini akan merasa kesulitan menarik kulup mereka, karena menempel dengan bagian ujung penis. Hal ini menyebabkan penis tidak dapat ditarik ke bawah ketika penis mengalami ereksi. Pada umumnya ini terjadi ketika bayi atau anak laki-laki tidak mampu sepenuhnya menarik kulup hingga mereka mencapai fase pubertas.

Gejala Phimosis

Gejala utama phimosis adalah rasa sakit ketika buang air kecil, dan kulit penis menutupi glans yang dikenal sebagai kulup dapat mengalami infeksi akibat akumulasi sekret, masalah buang air kecil, dan juga kesulitan dalam hubungan intim.

Phimosis juga akan memberikan gejala rasa nyeri. Dan Anda akan kesulitan untuk buang air ataupun berhubungan intim. Selain itu Anda juga akan merasa kesulitan untuk membersihkan daerah bawah kulit penis, dan hal ini akan membuat bakteri akan mudah masuk dan menyebabkan infeksi. Gejala lain phimosis adalah:

  • Kesulitan untuk buang air, merasa sakit atau bahkan terbakar
  • Urine yang keluar tidak lancar
  • Nyeri ketika ereksi
  • Sekresi dalam penis, bau
  • Kesulitan untuk mengendalikan keinginan buang air kecil saat malam hari
  • Pendarahan
  • Infeksi saluran kencing dan juga penis

Penyebab Phimosis

Phimosis biasanya terjadi pada anak laki-laki di bawah usia tiga tahun, dan tidak membutuhkan penanganan yang serius. Karena pada usia tersebut, kulup dapat mengikuti glans penis, dan mengurangi penarikan pada kulup. Phimosis patologis terjadi saat penarikan kulup berkurang karena kondisi medis yang akut, seperti misalnya infeksi, radang, atau juga karena kerusakan kulup yang mengakibatkan jaringan parut.

Phimosis bawaan bukanlah hasil dari masalah medis, tetapi hanya karena keadaan kulup yang ketat. Keadaan ini paling mudah diobati dan juga merupakan keadaan yang paling umum.

Cara Mengobati Phimosis

  1. Pemberian Obat

Biasanya obat yang akan diberikan adalah salep ataupun krim, yang fungsinya untuk meningkatkan elastisitas kulup. Pemberian salep ini harus teratur dan dalam jangka waktu tertentu untuk hasil yang lebih efektif.

  1. Melakukan Peregangan

Melakukan peregangan bisa dilakukan setelah Anda mandi, lalu gunakan air hangat untuk mengompres selama 5-10 menit setiap hari. Anda juga bisa melakukan pijatan lembut di bagian kepala penis. Lakukan peregangan ini secara hati-hati, agar tidak terjadi luka.

  1. Sunat

Sunat juga bisa menjadi solusi efektif untuk mengobati phimosis. Hal ini sangat direkomendasikan khususnya jika phimosis menimbulkan masalah sulit buang air kecil atau timbulnya peradangan di kepala penis. Sebaiknya sunat dilakukan mulai dari bayi untuk mencegah penyakit phimosis, dan juga penyakit lain yang berkaitan dengan alat kelamin pria ini.

Jika Anda tidak memilih tindakan sunat, ada baiknya Anda harus lebih ekstra dalam memperhatikan kebersihan alat kelamin Anda.

Ketika Anda sudah sampai pada tahap mengalami kesulitan dalam buang air kecil dan berhubungan intim, maka sudah tandanya Anda harus datang mengunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan ataupun pengobatan.

Penyakit ini memang tidak mencegah perkembangan penis, namun tetap harus ditangani dengan tepat agar tidak terjadi komplikasi yang berbahaya bagi Anda, seperti infeksi saluran kemih, kemungkinan infeksi penyakit menular seksual (PMS), infeksi penis, pendarahan saat berhubungan intim dan resiko terjadinya kanker penis.

Jika Anda mempunya gejala-gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kami di Klinik Utama Gracia. Semakin cepat didiagnosis akan lebih cepat juga pengobatan yang bisa dilakukan.