Sistem reproduksi pria terdiri dari organ-organ yang salah satunya adalah epididimis. Epididimis merupakan saluran sperma yang memiliki bentuk berkelok-kelok dan seperti huruf C. Letak dari organ ini yaitu di belakang testis. Fungsi epididimis yang utama adalah sebagai pembawa dan juga penyimpan sperma. Sperma yang akan memasuki vans deference akan melalui epididimis terlebih dulu, kemudian sperma keluar saat pria mengalami ejakulasi.

Epididimis sendiri memiliki struktur tiga bagian utama yaitu kepala, badan, dan juga ekor epididimis. Bagian kepala epididimis ini adalah bagian yang akan menerima spermatozoa yang berasal dari testis. Sperma yang masuk masih berbentuk sangat cair, dan terdapat myoepitel tipis. Bagian kepala adalah bagian yang paling luas dari pada yang lainnya. Kemudian, badan epididimis merupakan tempat dimana spermatozoa dimatangkan setelah melalui bagian kepala epididimis. Sedangkan ekor, adalah bagian yang berperan untuk membuat sperma yang sudah matang menjadi lebih kental.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa fungsi epididimis adalah pembawa dan penyimpan sperma, berikut ini penjelasannya:

  1. Tempat Penyimpanan

Sebelum dikeluarkan, spermatozoa akan disimpan di epididimis. Selama masa penyimpanan tersebut, beberapa hal akan ikut berkontribusi, yaitu tingkat viskositas, konsentrasi karbondioksida, pH, testosteron, dan juga rasio kalium dan natrium. Spermatozoa tersebut nantinya akan disimpan di cauda epididimis.

  1. Konsentrasi

Konsentrasi spermatozoa yang masuk ke epididimis dari testis yaitu sekitar 100 juta spermatozoa/ml. Kemudian, di epididimis, konsentrasi akan meningkat sekitar 4 miliar spermatozoa per ml. konsentrasi tersebut terbagi dalam cairan, yang bisa menangguhkan spermatozoa di testis, dan yang akan diserap oleh sel epitel epididimis.

  1. Transportasi

Epididimis juga berfungsi untuk mengangkut spermatozoa. Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan gerakan spermatozoa, salah satunya tekanan dari produksi spermatozoa tersebut. Spermatozoa ini diproduksi di tubulus seminiferous. Kemudian spermatozoa dipaksa keluar melalui rete testis dan vas efferentia menuju epididimis. Lapisan epididimis terdiri dari sel epitel yang bersilia, dan berperan penting dalam pergerakan yang akan dialami oleh spermatozoa dengan dibantu ejakulasi. Ketika ejakulasi, kontraksi yang melibatkan otot polos epididimis dan tekanan negatif.

  1. Maturasi (Pematangan)

Fungsi epididimis yang terakhir yaitu pematangan spermatozoa. Spermatozoa yang baru di bentuk akan masuk ke caput dari vas efferentia, dan tidak punya kemampuan kesuburan. Namun ketika spermatozoa melewati epididimis, maka spermatozoa akan memperoleh kemampuan untuk menjadi motil dan subur. Bila cauda yang diikat setiap akhir, maka spermatozoa yang paling dekat corpus akan meningkat kesuburannya hingga 25 hari.

Spermatozoa yang dekat vas deferens akan berkurang kesuburannya, dalam periode yang sama. Kemampuan spermatozoa menjadi subur berada di cauda kemudian menjadi matang, namun kesuburan spermatozoa tersebut akan menurun bila tidak dikeluarkan.

Selama di epididimis, maka spermatozoa akan kehilangan droplet sitoplasma yang terbentuk di leher spermatozoa. Droplet spermatozoa ini akan digunakan untuk indikator kematangan spermatozoa di epididimis. Sperma akan dianggap belum matang dan kesuburan yang rendah jika presentasi spermatozoa segar yang diejakulasikan terbilang tinggi dan memiliki droplet sitoplasma.

Itulah penjelasan mengenai epididimis, dan juga beserta dengan fungsi epipididimis. Organ ini juga bisa rentan terhadap penyakit, yaitu epididimistis. Penyakit ini akan menunjukkan gejala bengkak di skrotum, skrotum kemerahan, darah di sperma, sakit ketika buang air kecil, keluar cairan dari ujung penis, sering merasa ingin buang air kecil, dan terasa sakit ketika ejakulasi. Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter.